Klik nomor untuk langsung menghubungi kami
Hubungi kami,klik disini

Selamat datang di website kami

 3 Bisnis Model Capital Performa - 3 Bisnis Model

3 Bisnis Model

25 Jul 19 05:27:43

Dulu, awalnya saya pikir bisnis online itu ya dunia bisnis baru yang berbeda jauh banget dari bisnis offline. Karena saya berpikir bahwa bisnis online itu kanal penjualan, sistem dan produknya seharusnya berbentuk elektrik bukan fisik. Dan sekarang, ternyata berubah.

Bisnis online saat ini justru lebih menjurus pada kanal marketing baru. Bukan sebuah model bisnis baru. Berhubung manusia saat ini mereka lebih fokus pada gadgetnya, maka para pemasar mencoba sebuah terobosan baru dengan masuk dan muncul di gadget semua orang.

Dan ketika saya dalami, ternyata bisnis onlinepun memiliki model bisnis masing-masing. Saya punya 3 klien yang bisnisnya fokus menggarap di pasar online. Dan ketiganya, memiliki bisnis model yang berbeda antara satu dan lainnya.

Sebut saja si A, bisnisnya dulu, saya kenal beliau jual baju anak, tinggal di Bandung. Sekarang merambah pada produk lainnya. Dan menemukan pasar yang sangat gurih di baju olahraga muslimah. beli bahan sendiri, jahit di makloon, beres dijahit simpan di gudang sendiri. Yaitu rumahnya. Setelah itu bajulah berjualan via FB.

Klien kedua, anggap saja namanya B. Bisnisnya sama, online. Fokus di pasar ibu-ibu dengan user bayi. Baju dan perlengkapan bayi. Berjualan dengan menggunakan marketplace. Beli barang dari grosir besar, lalu dia jual di marketplace. Dengan term pembayaran jual hari ini, pengiriman, konfirmasi barang diterima. sampai akhirnya uang penjualan itu diterima sekitar 2 pekan lagi.

Dan ini cerita klien ketiga, anggap namanya C. Jualan onlinenya sederhana, dia riset produk yang marketnya besar. Lalu, tugasnya mencari suplier yang menyediakan produknya dengan size produksi besar. Dan mulailah berjualan via FB ads. Dengan mekanisme dropship. Ia cukup menyediakan CS handal, doyan koversi dan layanannya baik. Yang mana, dia dapet jualan hari ini, beli barang hari ini, dan ia dapet untung hari ini juga. Langsung, cash!

Dari 3 klien ini, saya menemukan sebuah kesimpulan : sama bisnis online tapi model bisnisnya berbeda. Bisnis model yang berbeda, ternyata hasilnya adalah cashflow yang berbeda.

Si A, kebocorannya akan sangat banyak. Berhubung ia harus beli kain, kirim ke penjahit, ambil barang jadi dari penjahit ke gudang, lalu packing untuk dikirim ke customer. Berapa banyak biaya yang harus keluar tapi tak disadari? Di sisi lain, dia bisa membangun brand atas produknya yang baik.

Si B, dengan penjualan hari ini yang baru ia bisa dapatkan 2 pekan ke depan. Otomatis, ia paling tidak harus punya modal 14 hari kerja yang stand by. Kalo penjualan hariannya 10 juta, maka paling tidak 140juta harus ia miliki agar bisnisnya running well sampai pencairan penjualan hari pertama masuk rekening.

Si C, ga perlu modal besar. Karena penjualan hari ini, masuk hari ini juga. Namun, keahlian FB ads yang ia miliki, tidak murah kelas yang harus diikutinya. Yang mana budget iklannya per bulan bisa seharga Avanza terbaru. Bahkan di bulan Maret lalu, dia zonk, meski iklannya dia keluar hampir seharga pajero second.

tapi kok mereka bisa survive di bisnisnya masing-masing padahal gerusan cashflownya lumayan bikin bikin deg-degan? Tenang, karena mereka melek dengan data penjualan mereka. Mereka mulai melek bahwa bisnis bukan hanya terkait data berapa uang masuk saja, tapi yang utama adalah berapa harta usaha saat ini ada.

Jadi, sebelum memutuskan hendak terjun di bisnis mana, maka pahami pertama adalah bagaimana cara cashflow terbentuk di bisnis itu. ah susah kalo gitu. Mangga, pilihan aja sih. Mau susah diawal atau mau susah di akhir.

Karena kemarin, saat ikut kelas Financial Literacy, ada seorang bapak yang berkata, 'pak, saya pusing sekarang. Gimana caranya untuk keluar dari kemelut utang usaha saat ini yang udah masuk 30M? Dengan semuanya utang bank.'

Mundur sedikit ke belakang itu bukan aib, tapi memastikan untuk melesat jauh lebih baik. Bangun pondasi bisnis dengan baik. Hindari ikut seminar 'scale up, scale up, scale up' tapi bingung cara naikinnya.

Perih saat belajar dan menata pondasi. Apalagi saat melihat orang lain cepet besar. Tapi jauh lebih perih saat harus menanggung kerugian diangka yang besar. 

Jadi, mau ambil model bisnis yang mana? Itu pilihan, yang penting sadar dengan konsekuensi yang ada nantinya.

©2019 Capital Performa All right reserved   Developed by javwebnet