Klik nomor untuk langsung menghubungi kami
Hubungi kami,klik disini

Selamat datang di website kami

 Scale Up : Pedal Bukan Cuman Gas! Capital Performa - Scale Up : Pedal Bukan Cuman Gas!

Scale Up : Pedal Bukan Cuman Gas!

27 Agust 19 13:27:43

Ada yang tahu dengan kejadian penutupan bisnis dari brand sepatu Amazara.co.id? Dulu, brand ini merupakan salah satu pelapak IG yang awal-awal mendapat centang biru. Hingga akhirnya, setelah 3 tahun berjalan. Dengan growth yang 'gila-gilaan', harus berakhir dengan sakit. Perih. Menguras air mata.

'Ah, kita kan harus optimis. Namanya juga bisnis. Lagian, ngapain kita belajar dari kegagalan? Apakah kita bercita-cita untuk terjadi demikian?' Beberapa ada yang skeptis atas kejadian seperti ini. Dan bagi saya, hal yang wajar. Karakter demikian adalah karakter yang terbangun oleh motivasi bisnis.

'Owh, berarti bisnis itu berat donk?'

Benar, berat tapi bisa dikelola. Kalo kita berkata, bisnis itu penuh resiko, ya wajar. Makanya perusahaan besar itu jumlahnya sedikit, kurang lebih hanya ada 5.000 perusahaan.

So, apa yang harus dilakukan? 

Sederhana saja, berbisnislah dengan data. Data apa yang paling utama? Ya tentu data keuangan. Yang mana, data keuangan tersusun atas banyak catatan. Salah duanya adalah catatan pembelian dan penjualan. Atau kalau bahasa sederhananya : catatan uang keluar dan uang masuk.

Berapa banyak hal seperti ini sering terjadi disekitar kita. Harus menerima perihnya menutup bisnis karena tidak tahu bagaimana cara bermain dalam bisnis.

Sebut saja Budi, dia seorang alumni sebuah kampus ternama. Sebuah kampus dengan ilmu keuangan yang mumpuni. STAN. Meski ia tahu tentang akuntansi. Namun yang mirisnya adalah ia saat ini terjebak utang usaha yang sangat besar. Bahkan total keseluruhan harta usahanya lebih kecil daripada nilai utangnya.

Saat pertama ia bertemu dengan kami, ia hanya berkata, '2 tahun lalu, kami mengalami hal ini. Dan terpaksa kami menjual aset kami demi membayar utang kami. Dan sekarang, nilai utang hampir sama dengan kejadian 2 tahun lalu. Saya harus bagaimana?'

Dan kami, tak bisa berbicara banyak, hanya bisa berkata, 'Jika berkenan memperbaiki, tolong perbaiki mulai dari diri sendiri.'

***

Apakah data keuangan harus sampai dengan 3 laporna keuangan? Kalo menurut saya sih ga perlu kalo omzet bisnisnya masih di bawah 100juta/bulan. Kenapa? Karena ibu saya yang ga sekolah saja, jualan ikan laut di pasar tradisional saja, cukup mencatat berapa uang masuk dan uang keluar. Alhamdulillaah, beliau punya aset investasi, harta serta asuransi yang terpisah secara rapi. 

©2019 Capital Performa All right reserved   Developed by javwebnet