Klik nomor untuk langsung menghubungi kami
Hubungi kami,klik disini

Selamat datang di website kami

 Krisis Capital Performa - Krisis

Krisis

24 Mar 20 14:00:00

Krisis
Rifki Febriansyah
CEO Capital Performa

Kalo bicara krisis dan survive, saya lebih sering ingat dengan bagaimana kondisi saat 2017 akhir pas bisnis iga bakar saya tutup. Ga punya uang sama sekali. Ga punya tabungan. Ga punya aset apa-apa.

Tapi ya namanya hidup, mesti tetep jalan kan? Apalagi punya tanggungan. Life must go on broh.

Isu corona ini di Indonesia sangat bermacam-macam. Mulai dari sisi kesehatan, ekonomi, politik, agama, dll.

Di sisi lain, sektor ekonomi dunia juga lagi menarik. Dari harga minyak turun, dollar menguat, bursa saham dunia menurun sedangkan yang naik hanya di China.

So, krisis adalah krisis. Fakta. Tak bisa kita bantah. Menerima fakta hari ini adalah bagian dari merencanakan kebaikan untuk masa depan. Berdamailah dengan kenyataan.

Hal yang berikutnya penting kita lakukan hanya bagaimana cara kita survive. Karena survive adalah tanggung jawab kita bukan orang lain.

Bicara survive, lebih dominan pada seberapa banyak bahan bakar yang kita miliki? Bisa menempuh seberapa jauh?

Ibarat kita mau keluar kota, sejauh mana kita bisa berjalan dengan bekal yang ada?

Bule miskin yang menyengaja backpacker ke Bali itu banyak. Mereka bawa bekal yang penting nyampe Bali. Pas di Bali mereka bertahan hidup dengan ngamen, ngemis, jualan kerajinan tangan, dll. Ya itu cara mereka survive. Nah survive-nya UKM tentu berbeda dengan survivenya wisatawan asing tadi.

Ini sih tahapan sederhana yang saya lakukan untuk klien yang mau survive.

Yang sedang bermasalah dengan usahanya. Coba cek dulu balance sheet-nya.

Di akun kas/rekening, coba cek nilainya ada berapa. Itu di rekening sisa berapa?

Lalu list :
- berapa pengeluaran operasional bulanan? Mulai dari gaji, sewa tempat, dll
- berapa utang lancar suplier/vendor? (Bayar per proyek/nilai nominal dalam 1 bulan)
- berapa utang lancar pada lembaga keuangan? Berapa bunga/bagi hasilnya?

Udah keluar angkanya?

Nah, saldo rekening+cash, coba dibagi ke-3 pengeluaran utama itu. Kira-kira bisa bertahan berapa bulan?

Jangan berpikir untuk belanja aset dulu. Karena kalo 3 pengeluaran cash utama itu macet, jangankan beli aset. Bisa jadi malah aset paling vital dipaksa dijual.

Next berikutnya, coba cek aset di balance sheet di bawah kas setara kas. Ada piutang.

Berapa piutang yang ada? Ada ga piutang yang bisa ditagih dan waktu penagihannya dipercepat?

*

Coba sadari 2 hal ini aja dulu. Dari 2 hal ini aja, biasanya lumayan membuat aware ke banyak sisi kok nantinya. Cek lagi neracanya, bermainlah dengan angka dan data.

Bisnis jangan hanya dengan perasaan. Tapi harus dengan data.

Kalo datanya belum ada, ya kami bisa siapin bikin datanya.. ????

Salam untuk keluarga dan tim di bisnisnya.. semoga badai cepat berlalu dan saat badai berlalu, bisnis tumbuh lebih cepat..

????????????

wa.me/628112241389

©2019 Capital Performa All right reserved   Developed by javwebnet